I LOVE BALI

Thursday, June 04, 2009

HARI KETIGA

Belimbing Sari
Minggu, 12 April 2009

Suara berisik terdengar dari luar kamar. Dan suara itu adalah suara ibunya temenku yang teriak-teriak mebangunkan kami berdua. Kita berdua langsung bangun dan cepat-cepat ke kamar mandi. Eiit..,, kita gak mandi berdua, tapi temenku duluan mandi, baru aku. Kita mandi kalau tidak salah sekitar jam 5, karena ke gereja jam 6 pagi gitu.

Sambil menunggu temenku mandi, aku persiapin baju yang akan aku pakai ke gereja. Suerr.. gak ada baju sama sekali, karena baju yang kubawa hanya sedikit. Sambil memilih baju, aku sempet terpikir masalah tadi malam. Hiihihiihhiih.. Ternyata, temenku itu pacaran sama Nova. Eh, karena sms’nya gak dibalas sama temenku, ternyata si Nova malah telpon aku, untuk menanyai kondisinya temenku. Dan sambil memanas-manaskan temenku. Hahahahha.. Kemudian, temenku sudah selesai mandi dan giliranku mandi. Habis mandi, aku langsung pakai bajuku yang hijau kota-kotak. Dan segera berangkat dengan kondisi yang amat buruk, kayak baru bangun gitu deh. Beda dengan temenku, bajunya rapi, bersih, harum (pakai pewangi sih, kalau aku gak bawa), dan siap gitu deh.

Sesampai di gereja Blimbing sari, aku, bapaknya temenku, ibunya temenku, kakaknya temenku, dan tetangga temenku, serta temenku, duduk di barisan yang sama. Di sebelah kiriku tidak ada siapa, alias celah. Sedangkan di sebelah kananku ada ibunya temenku. Aku dan temenku jaraknya agak jauh. Didepanku ada bule lho. Huh. Di gereja blimibing sari aku ngantuk berat lho. Malah bangun pagi, belum sarapan, ngantuk, dan yang satu lagi, gereja di blimbing sari itu menggunakan bahasa bali. Wuiiih.. kebayang gak tu. Gak ngerti euy..

Tapi, setelah selesai pendetanya khotbah, ada pertunjukkan gitu. Pertamanya orang nari, ada 6 orang gadis kecil. Kemudian permbacaan puisi. Dan orang vokal grup nyanyi. Kemudian baru aku dan jemaat yang tinggal di luar blimbing sari menunjukkan kebolehan. Yakni menyanyi. Kalau gak salah ada banyak orang. Pokoknya, hancur deh tu nyanyian. Aku hanya bisa nunduk saja.

Selesai khotbah, ada acara makan-makan gitu. Tapi makanannya pake tipat dan lauk-pauk bali gitu. Pake daun pisang lagi.

Setelah selesai, acara makan-makan. Aku sempet mampir ke toilet gereja sama temenku. Toiletnya lumayan terawat. Alias agak bersih. Kemudian, keluar dari toilet, kita lihat jemaat gereja pada bawa salib besar dan kain putih panjang. Kayak orang ngaben gitu. Dan kami berdua ikut membawa kain itu. Kita megang paling belakang dan akhir-akhirnya kita menuju ke tengah deh. Kainnya itu panjaaaaaaaaaaaaaaang banget, kayak orang ngaben gitu. Tapi ini beda, ini acara kebangkitan Tuhan Yesus. Setelah sampai di permpatan jalan, kita mampir ke rumah untuk naruh alkitab. Kemudian melanjutkan perjalan ke kuburan. Aku sempet ketemu guruku yang aku temui tadi malam, yakni Bu Laksmi, Bu Sukerthi, dan Bu Rai.

Setibanya di kuburan, seluruh warga jemaat gereja blimbing sari mendoakan para almarhum yang sudah tiada. Aku sempet sakit perut lho, terus aku ngajak temenku untuk pulang. Suerr.. sakit sekali perutku. Aku sama temenku pergi ke rumah dengan jalan santai. Karena gak tahan lagi, aku lari amat sangat kencang. Waktu nyampai di rumah dengan kondisi yang agak capek karena lari-lari. Rasa sakit perutku hilang.

Dengan menunggu temenku yang sedang jalan dan asyik sms-an sama si Nova. (Gila, jalannya lama amat, kayak siput). Aku menunggu dengan sabar. Dan setelah dia nyampek di rumah, kita berdua melamun gak jelas. Dan setelah itu, baru kakaknya agus datang bawa kunci rumah an kita pun masuk dan ganti baju. Setelah selesai ganti baju, aku baca novel. Baru sebentar baca novel, bapaknya agus datang dan mengatakan aku masih tidur.(enak saja, padahal cuman tidur-tiduran aja baca novelnya). Bapaknya agus datng sambil membawa temannya dan temannya itu membawa dua anaknya. Perempuan semua. Kakknya gendut, skitar kelas 1 SMA. Sedangkan adiknya kurus, sekitar kelas 3 SMP. Kita berdua di suruh kenalan. Dan selesai kenalan aku kembali ke kamar dan mengambil novel, lalu pergi ke tempat yang tenang untuk baca novel yakni di belakang rumah. Aku baca novel ”Chronicle of Ancient Darkness Wolf Brother” sampai tamat disana.

Setelah selesai baca, aku kembali lagi ke kamar dan menaruh novel itu. Lalu pergi menyendiri yakni di belakang di dapur. Melamun lagi euy. Dan menuju ke tempat kandang sapi. Bosan di tempat itu, aku kembali ke dalam rumah. Dan di suruh makan pagi sama orang tuanya agus. Makannya itu ramai-rami lho. Sekalian sama dua orang gadis itu. Huh. Aku duduk di sampingnya lagi.

Selesai makan, semua tamu disana pada pulang dan pergi, sebelumnya mereka check up gratis sama dokter Ayu untuk mengukur tekanan darah sistol dan diastol.

Nah, ini dia momen yang takkan terlupakan. Hhee. Kita minta ijin pergi ke rumah Bu Rai. Kemudian kita di kasi kesana. Cuman waktu kita kesana, bu rai kagak ada. Terpaksa aku ngajakin temenku pergi ke bendungan palasari buat bikiin kenang-kenangan. Waktu di perjalanan menuju kesana, motor yang kami naikkin mogok. Keluar asap gitu deh. Katanya temenku, gusinya yang rusak. Aduh. Kami berdua udah panik total. Terpaksa kita nyari bengkel, karena jarak rumah menuju ke bendungan palasari cukup jauh. Kalau kita pulang gak mungkin, karena kita cuman janji pergi ke rumah bu rai. Yang ada malah kita dimarahin. Sekitar jam 12 siang kita pergi nyari bengkel, terus tanya-tanya sama orang-orang disana. Sampai di kejar anjing lagi. Aku nyetopijn motor untuk nanya, eh., ada ibu-ibu yang di goneceng anaknya gak mau turun malah mereka pergi langsung aja gitu. Huh. Dasar Sombong. Akhirnya dikejauhan ada bengkel deket pura gitu huh. Lumayan jauh oi. Capek lagi, panes-panesan. Kami berdua berharap supaya tu bengkel gak tutup. Puji Tuhan, tu bengkel gak tutup. Yang agus katain bener, ternyata emang gusinya. Akhirnya gusinya diganti dan kami bayar dengan harga Rp. 13.000,- nunggu buat ganti gusi gak lama sih.

Selesai dari bengkel, kita gak lanjutin perjalanan ke bendungan tapi langsung aja ke rumah bu rai. Dan sesampainya di rumah bu rai, bu rai udah pulang dari gilimanuk. Dan, disana kita di kasih es buah dan jajan ringan. Setelah beberapa menit disana, temen sekelasku datang sama temen-temennya. Dewi Merryanti namanya.
Bosan di rumah bu rai, kita pamit untuk pergi ke rumah bu laksmi. Jaraknya dekat amat. Karena rumahnya di sebelah. Nyampe di rumah bu laksmi, ternyata bu laksmi gak ada. Kami berdua udah teriak-teriak disana. Terpaksa kita pulang aja. Nyampe di rumah, aku langsung ke kamar buat istirahat sama temenku. Aku istirahat cukup sedikit, tapi temenku lebih sedikit lagi.

Waktu aku bangun, aku lihat temenku udah bangun dan makan buah kelapa sama ibunya. Aku juga di kasi sama ibunya, dan kumakan. Lalu aku nyuruh temenku untuk bilang sama bapak dan ibunya untuk pulang ke denpasar. Dan, kita disuruh siap-siap. Setelah siap-siap, kita ngumpul dan berdoa. Aku nyalamin tangannya kak ayu buat pamitan. Sebelum berangkat kita berdoa.

Selesai berdoa, kami berdua berangkat ke tempat pemberhentian bus, namanya bukan terminal. Kita nunggu sekitar 30 menit. Dan langsung ada bis, nama bisnya kalo gak salah LYSSA.

Naik ke bis, kami berdua duduk di paling belakang deket pintu bis. Selang 20 menit perjalanan, tiba di terminal Negara ada kakek-kakek naik. Kakek-kakek tu kayaknya kakek2 yg genit gitu. Pokoknya bis itu udah penuh gitu. Lanjut perjalanan, bis turun, karena ada ibu-ibu ketuaan naik. Kasihan bener tu ibu tua, gak dapet duduk, dia terpaksa berdiri di depan kakek2 genit itu. Eh, ternyata dugaan yg aku tebak bener. Tu kakek2 emang genit abis. Masak pantat ibu2 itu dipegang-dipegang. Senyum2 lagi sendiri. DASAR KAKEK2 WARAS!.

Ibu-ibu tua itu baik lho, tapi cerewet banget. Bawaanya ngomong terus. Aku sampai bosan dengerin dia ngomong, tapi gak bosan, aneh gitu dah. Pakai acara ketawa-ketawa lagi sama temenku. Ibu ketuaan itu cerita ke kami berdua, katanya dia punya anak yg sudah sukses.

3,5 jam di bus, akhirnya kita nyampe juga di terminal Badung. Kita nyetopin bemo disana. Dan akhirnya sampai juga deh di sanglah. Hhee..
Sekian dan thanks, ini hari ketiga petualangan ku lho di desa blimbing sari. Pokoknya disini aku diajarin banyak deh sama Tuhan. Dan dari pergi blimbing sari juga, aku tahu bahwa Nova dan Agus itu pacaran. Hahahahah. Habis, smsnya Nova, gak dibales2 sama Agus. Mungkin si Agus takut ketahuan kalau dia pacaran sama Nova. Hahahahaha. Aneh tapi nyata.

HARI KE 2

PERGI KE BELIMBING SARI

HARI KE 2
Sabtu, 11 April 2009

Aku duluan bangun daripada Agus, aq langsung berdoa dan membaca novel. Sempet juga miscal-miscal temen. Hhe. Belum ada 1 halaman baca novel, eh, udah dibangunin sama ibunya agus. Wuiiiih.. baru kemarin kerja keras, tenaga belum full penuh euy..,, tega bener sih.. hhee.

Setelah itu, kita berdua langsung cuci muka n sikat gigi.. abis itu ambil sandal.. dan pergi jalan santai di pagi hari berlima. Wow., tumben euy jalan pagi.. biasanya aq gak pernah. Setelah beberapa perjalan, ibunya agus dan kakaknya agus balik ke rumah. Gak tau deh ngapain mereka berdua balik, mungkin mereka berdua capek. Sekarang kita cuman bertiga deh, aq, agus dan bapaknya. Bapaknya agus nyuruh kita berdua lari. Aq sama si agus lari dengan sangat kencang. Hhee.. tapi tetep aja aq yg kalah karena aq gak biasa lari.

Setelah selesai jalan santai. Aku kerok-kerok lagi dan nyapu tehel di dapur yang baru setengah jadi. Baru sebentar nyapu, aku dan agus langsung di panggil untuk sarapan pagi, kalau gak salah makan tipat deh. Hehe. Aq sengaja lho makan lama-lama supaya bisa sedikit istirahat. Kemudian setelah selesai makan, kerja lagi deh. Selesai nyapu dan kerok-kerok tehel, aq bikin bahan-bahan untuk penjor untuk hari raya paskah. Oh iya, aq belum kasi tau ya.. ternyata, di blimbing sari itu pake penjor, kan penduduk sana ada adat hindhunya gitu. Katanya si Agus atmaja, arti penjor di blimbing sari, melambangkan kemenangan atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Wuiiiiiiiihh,, sampai jam 11 bikin penjor. Setelah bikin penjor, aq langsung mandi. Setelah aku selesai mandi, aku nanya gini sama si Agus Atmaja Negara,”Gus, qe gak mandi??”

“Gak di kasi sama ibuku” katanya.
“Kok gitu??” balas ku.
“Biar sekalian” jawabnya.

Setelah selesai mandi, aku dan agus makan siang. Setelah makan siang, aq langsung tidur siang. Si agus, gak tidur.. dia bantu ibunya bikin sate babi. Ah, peduli amat, aq udah capek dari kemarin, mending aq tidur aja.

Aku tidur cukup lama lho, dari jam 12 siang sampai jam 4 sore. Waktu aq bangun, aq lihat temenku tidur. Nyenyak banget tu temenku tidurku. Waktu bapaknya mau bangunin dia untuk ngangkat bunga ke dalam mobil, aq bilang gini, “biar saya aja Om, yg bantu angkat bunga ”. Bunganya itu banyak lho, berat lagi. Kasihan mah aq lihat temenku, dari kemarin aq lihat dia capek terus.

Selesai ngangkat bunga, kakaknya agus, bangunin agus. Kita bakal pergi ke kuburan, buat bersih-bersih. Katanya agus, ini sudah rutinitas tiap tahun menjelang hari raya paskah. Aku ke kuburan, sama Agus, Kakaknya dan Bapaknya.

Sesampai di kuburan, kita bersih-bersih disitu, kami membersihkan pemakaman kakek dan neneknya temenku.
Huh, capek, tapi menakutkan. Setelah selesai membersihkan pemakaman, kita pulang. Dan kita langsung disuruh mandi. Selesai mandi, agus bilang, kita gak jadi ikut kebaktian pemuda, karena pemudanya pada sibuk. Akhirnya kita ke gereja buat acara latihan paduan suara untuk besok. Pergi ke gereja, si Nova telpon aku. Pokonya, di gereja tu aku berisik banget dah si Nova nelpon terus. Tau gak isi telponnya apa? “Ka, aku ditembak cowok lho, terima gak ya?”
Abis itu,
“Ka, ada Agus gak disampingmu? Males kali aku sama tu orang”.
“Ka, cowok yang nembak aku nelpon aku terus”.
“Ka, Agus gimana? Masih dia disampingmu? Bilang sama dia kalo aku males sama dia.”

Dan seteruuuuuuuussssnya.

Aku heran, kenapa si Nova nanyain si Agus terus. Kemudian, persiapan paduan suara sudah mulai, aku langsung matiin telponnya Nova. Selesai latihan paduan suara si Nova nelpon lagi. Dia masih menanyakan pertanyaan yang sama. Aku sampai bosan. Latihan paduan suara, isinya bapak-bapak dan ibu-ibu aja lho. Itupun cuman sedikit.

Pulang dari gereja, kami berempat langsung pergi ke rumah saudara bapaknya Agus. Disana aku masih telpon-telponan sama si Nova. Tiba dirumah saudara bapaknya Agus, didepan rumahnya, aku ketemu Bu Laksmi dan Bu Sukerthi.
“Lho, kok Oka bisa disini” kata Bu Sukerthi.
“Ooh, ini, ada soulmatenya disini” jawab Bu Laksmi.

Aku hanya diam dan tersenyum mendengar perkataan itu. Begitu pula agus, yang senyumnya hanyut terbawa kecemasan. Setelah itu, kami berempat(aku, agus, bapak dan ibunya) langsung masuk kedalam. Disana aku cuman dengerin mereka ngomong. Dan setelah itu langsung pulang. Di rumah langsung kami makan. Dan abis makan langsung tidur. Eh, waktu alu mau ke kamr mandi, lampu kamar mandinya mati. Yaelah.. oh tuhan tolonglah aku. Aku takut gelap neh. Pikirku dalam hati. Akhirnya, ibunya agus bawain aku lilin.

Waktu aku selesai berdoa dan mau nelpon sama gebetanku, adiknya Nova sms. Smsnya tu kayak gini.
“INI OKA YA? TEMENYA AGUS. INI ADIK SEPUPUNYA NOVA. SEBENARNYA, NOVA SAMA AGUS ITU PACARAN, CUMAN AKHIR-AKHIR INI, AGUS UDAH GAK PERNAH PEDULIIN NOVA LAGI. KAMU BISA KAN JANGAN KASIH TAU SIAPA-SIAPA DAN MEMBANTU HUBUNGAN MEREKA”.

“SUMPAH, AND KAGET, TERNYATA MEREKA BERDUA PACARAN” WUIIIIH.., DALAM HATI AKU LANGUNG ADA RASA BENCI KARENA SEBAGAI SEORANG TEMAN, DIA GAK PERNAH CERITA”.

Waktu Nova telpon aku lagi, dan disampingku ada Agus, si Nova tanya kayak gini. “Ka, coba tanyain sama Agus, dia pacaran gak sama Aku”. Waktu aku tanya, si agus bilang nggak, dan Nova langsung marah. Dan untuk kedua kali aku tanya, baru si Agus ngaku. Dan selesai telpon2an, aku bilang kayak gini ke agus. “Gus, qe jadian sama Nova ya? Kok qe gak bilang2?”
Si agus malah diam aja.
Pokoknya, selama malam tu, aku gak ngomong2 sama Agus. Disamping rasa benci, aku juga kesel sama Agus. Huh! Temen apa sih dia itu. Pacaran kok sembunyi-sembunyi. Biasain aja kali.!!!!

Dan kemudian setelah itu, aku tidur.