A : Accept.
Terimalah diri Anda sebagaimana adanya.
B : Believe.
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.... See More
C : Care.
Pedulilah pada kemampuan Anda untuk meraih apa yang Anda inginkan dalam hidup.
D : Direct.
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.
E : Earn.
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.
F : Face.
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.
G : Go.
Berangkatlah dari kebenaran.
H : Homework.
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.
I : Ignore.
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan Anda mencapai tujuan.
J : Jealously.
Rasa iri dapat membuat Anda tidak menghargai kelebihan Anda sendiri, jadi hindarilah.
K : Keep.
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.
L : Learn.
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
M : Mind.
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.
N : Never.
Jangan pernah MENYERAH dan PUTUS ASA
O : Observe.
Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.
P : Patience.
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.
Q : Question.
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.
R : Respect.
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.
S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect.
Percaya diri, harga diri,citra diri, penghormatan diri
membebaskan kita dari saat-saat tegang.
T : Take.
Bertanggung jawab pada setiap tindakan Anda.
U : Understand.
Pahami bahwa hidup itu naik turun.
V : Value.
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.
W : Work.
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a.
X : X'tra.
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.
Y : You.
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.
Z : Zero.
Usaha nol membawa hasil nol pula. (",)
semoga bermanfaat buat kalian semua..
Saturday, December 26, 2009
Wednesday, October 07, 2009
FRENTE – OPEN UP YOUR HEART AND LET THE SUNSHINE IN

Mommy told me something
a little kid should know.
It's all about the devil
and I've learned to hate him so.
She said he causes trouble
when you let him in the room.
He will never ever leave you
if your heart is filled with gloom.
So let the sun shine in
face it with a grin.
Smilers never lose
and frowners never win.
So le the sun shine in
face it with a grin
Open up your heart and let the sun shine in.
When you are unhappy,
the devil wears a grin
But oh, he starts to running
when the light comes pouring in
I know he'll be unhappy
'Cause I'll never wear a frown
Maybe if we keep on smiling
He'll get tired of hanging 'round.
If I forget to say my prayers
the devil wears a grin.
But he feels so awful awful
when he sees me on my knees
So if you're full of trouble
and you never seem to win,
Just open up your heart and let the sun shine in.
So let the sun shine in
face it with a grin.
Smilers never lose
and frowners never win.
So le the sun shine in
face it with a grin
Open up your heart and let the sun shin
Thursday, June 04, 2009
HARI KETIGA
Belimbing Sari
Minggu, 12 April 2009
Suara berisik terdengar dari luar kamar. Dan suara itu adalah suara ibunya temenku yang teriak-teriak mebangunkan kami berdua. Kita berdua langsung bangun dan cepat-cepat ke kamar mandi. Eiit..,, kita gak mandi berdua, tapi temenku duluan mandi, baru aku. Kita mandi kalau tidak salah sekitar jam 5, karena ke gereja jam 6 pagi gitu.
Sambil menunggu temenku mandi, aku persiapin baju yang akan aku pakai ke gereja. Suerr.. gak ada baju sama sekali, karena baju yang kubawa hanya sedikit. Sambil memilih baju, aku sempet terpikir masalah tadi malam. Hiihihiihhiih.. Ternyata, temenku itu pacaran sama Nova. Eh, karena sms’nya gak dibalas sama temenku, ternyata si Nova malah telpon aku, untuk menanyai kondisinya temenku. Dan sambil memanas-manaskan temenku. Hahahahha.. Kemudian, temenku sudah selesai mandi dan giliranku mandi. Habis mandi, aku langsung pakai bajuku yang hijau kota-kotak. Dan segera berangkat dengan kondisi yang amat buruk, kayak baru bangun gitu deh. Beda dengan temenku, bajunya rapi, bersih, harum (pakai pewangi sih, kalau aku gak bawa), dan siap gitu deh.
Sesampai di gereja Blimbing sari, aku, bapaknya temenku, ibunya temenku, kakaknya temenku, dan tetangga temenku, serta temenku, duduk di barisan yang sama. Di sebelah kiriku tidak ada siapa, alias celah. Sedangkan di sebelah kananku ada ibunya temenku. Aku dan temenku jaraknya agak jauh. Didepanku ada bule lho. Huh. Di gereja blimibing sari aku ngantuk berat lho. Malah bangun pagi, belum sarapan, ngantuk, dan yang satu lagi, gereja di blimbing sari itu menggunakan bahasa bali. Wuiiih.. kebayang gak tu. Gak ngerti euy..
Tapi, setelah selesai pendetanya khotbah, ada pertunjukkan gitu. Pertamanya orang nari, ada 6 orang gadis kecil. Kemudian permbacaan puisi. Dan orang vokal grup nyanyi. Kemudian baru aku dan jemaat yang tinggal di luar blimbing sari menunjukkan kebolehan. Yakni menyanyi. Kalau gak salah ada banyak orang. Pokoknya, hancur deh tu nyanyian. Aku hanya bisa nunduk saja.
Selesai khotbah, ada acara makan-makan gitu. Tapi makanannya pake tipat dan lauk-pauk bali gitu. Pake daun pisang lagi.
Setelah selesai, acara makan-makan. Aku sempet mampir ke toilet gereja sama temenku. Toiletnya lumayan terawat. Alias agak bersih. Kemudian, keluar dari toilet, kita lihat jemaat gereja pada bawa salib besar dan kain putih panjang. Kayak orang ngaben gitu. Dan kami berdua ikut membawa kain itu. Kita megang paling belakang dan akhir-akhirnya kita menuju ke tengah deh. Kainnya itu panjaaaaaaaaaaaaaaang banget, kayak orang ngaben gitu. Tapi ini beda, ini acara kebangkitan Tuhan Yesus. Setelah sampai di permpatan jalan, kita mampir ke rumah untuk naruh alkitab. Kemudian melanjutkan perjalan ke kuburan. Aku sempet ketemu guruku yang aku temui tadi malam, yakni Bu Laksmi, Bu Sukerthi, dan Bu Rai.
Setibanya di kuburan, seluruh warga jemaat gereja blimbing sari mendoakan para almarhum yang sudah tiada. Aku sempet sakit perut lho, terus aku ngajak temenku untuk pulang. Suerr.. sakit sekali perutku. Aku sama temenku pergi ke rumah dengan jalan santai. Karena gak tahan lagi, aku lari amat sangat kencang. Waktu nyampai di rumah dengan kondisi yang agak capek karena lari-lari. Rasa sakit perutku hilang.
Dengan menunggu temenku yang sedang jalan dan asyik sms-an sama si Nova. (Gila, jalannya lama amat, kayak siput). Aku menunggu dengan sabar. Dan setelah dia nyampek di rumah, kita berdua melamun gak jelas. Dan setelah itu, baru kakaknya agus datang bawa kunci rumah an kita pun masuk dan ganti baju. Setelah selesai ganti baju, aku baca novel. Baru sebentar baca novel, bapaknya agus datang dan mengatakan aku masih tidur.(enak saja, padahal cuman tidur-tiduran aja baca novelnya). Bapaknya agus datng sambil membawa temannya dan temannya itu membawa dua anaknya. Perempuan semua. Kakknya gendut, skitar kelas 1 SMA. Sedangkan adiknya kurus, sekitar kelas 3 SMP. Kita berdua di suruh kenalan. Dan selesai kenalan aku kembali ke kamar dan mengambil novel, lalu pergi ke tempat yang tenang untuk baca novel yakni di belakang rumah. Aku baca novel ”Chronicle of Ancient Darkness Wolf Brother” sampai tamat disana.
Setelah selesai baca, aku kembali lagi ke kamar dan menaruh novel itu. Lalu pergi menyendiri yakni di belakang di dapur. Melamun lagi euy. Dan menuju ke tempat kandang sapi. Bosan di tempat itu, aku kembali ke dalam rumah. Dan di suruh makan pagi sama orang tuanya agus. Makannya itu ramai-rami lho. Sekalian sama dua orang gadis itu. Huh. Aku duduk di sampingnya lagi.
Selesai makan, semua tamu disana pada pulang dan pergi, sebelumnya mereka check up gratis sama dokter Ayu untuk mengukur tekanan darah sistol dan diastol.
Nah, ini dia momen yang takkan terlupakan. Hhee. Kita minta ijin pergi ke rumah Bu Rai. Kemudian kita di kasi kesana. Cuman waktu kita kesana, bu rai kagak ada. Terpaksa aku ngajakin temenku pergi ke bendungan palasari buat bikiin kenang-kenangan. Waktu di perjalanan menuju kesana, motor yang kami naikkin mogok. Keluar asap gitu deh. Katanya temenku, gusinya yang rusak. Aduh. Kami berdua udah panik total. Terpaksa kita nyari bengkel, karena jarak rumah menuju ke bendungan palasari cukup jauh. Kalau kita pulang gak mungkin, karena kita cuman janji pergi ke rumah bu rai. Yang ada malah kita dimarahin. Sekitar jam 12 siang kita pergi nyari bengkel, terus tanya-tanya sama orang-orang disana. Sampai di kejar anjing lagi. Aku nyetopijn motor untuk nanya, eh., ada ibu-ibu yang di goneceng anaknya gak mau turun malah mereka pergi langsung aja gitu. Huh. Dasar Sombong. Akhirnya dikejauhan ada bengkel deket pura gitu huh. Lumayan jauh oi. Capek lagi, panes-panesan. Kami berdua berharap supaya tu bengkel gak tutup. Puji Tuhan, tu bengkel gak tutup. Yang agus katain bener, ternyata emang gusinya. Akhirnya gusinya diganti dan kami bayar dengan harga Rp. 13.000,- nunggu buat ganti gusi gak lama sih.
Selesai dari bengkel, kita gak lanjutin perjalanan ke bendungan tapi langsung aja ke rumah bu rai. Dan sesampainya di rumah bu rai, bu rai udah pulang dari gilimanuk. Dan, disana kita di kasih es buah dan jajan ringan. Setelah beberapa menit disana, temen sekelasku datang sama temen-temennya. Dewi Merryanti namanya.
Bosan di rumah bu rai, kita pamit untuk pergi ke rumah bu laksmi. Jaraknya dekat amat. Karena rumahnya di sebelah. Nyampe di rumah bu laksmi, ternyata bu laksmi gak ada. Kami berdua udah teriak-teriak disana. Terpaksa kita pulang aja. Nyampe di rumah, aku langsung ke kamar buat istirahat sama temenku. Aku istirahat cukup sedikit, tapi temenku lebih sedikit lagi.
Waktu aku bangun, aku lihat temenku udah bangun dan makan buah kelapa sama ibunya. Aku juga di kasi sama ibunya, dan kumakan. Lalu aku nyuruh temenku untuk bilang sama bapak dan ibunya untuk pulang ke denpasar. Dan, kita disuruh siap-siap. Setelah siap-siap, kita ngumpul dan berdoa. Aku nyalamin tangannya kak ayu buat pamitan. Sebelum berangkat kita berdoa.
Selesai berdoa, kami berdua berangkat ke tempat pemberhentian bus, namanya bukan terminal. Kita nunggu sekitar 30 menit. Dan langsung ada bis, nama bisnya kalo gak salah LYSSA.
Naik ke bis, kami berdua duduk di paling belakang deket pintu bis. Selang 20 menit perjalanan, tiba di terminal Negara ada kakek-kakek naik. Kakek-kakek tu kayaknya kakek2 yg genit gitu. Pokoknya bis itu udah penuh gitu. Lanjut perjalanan, bis turun, karena ada ibu-ibu ketuaan naik. Kasihan bener tu ibu tua, gak dapet duduk, dia terpaksa berdiri di depan kakek2 genit itu. Eh, ternyata dugaan yg aku tebak bener. Tu kakek2 emang genit abis. Masak pantat ibu2 itu dipegang-dipegang. Senyum2 lagi sendiri. DASAR KAKEK2 WARAS!.
Ibu-ibu tua itu baik lho, tapi cerewet banget. Bawaanya ngomong terus. Aku sampai bosan dengerin dia ngomong, tapi gak bosan, aneh gitu dah. Pakai acara ketawa-ketawa lagi sama temenku. Ibu ketuaan itu cerita ke kami berdua, katanya dia punya anak yg sudah sukses.
3,5 jam di bus, akhirnya kita nyampe juga di terminal Badung. Kita nyetopin bemo disana. Dan akhirnya sampai juga deh di sanglah. Hhee..
Sekian dan thanks, ini hari ketiga petualangan ku lho di desa blimbing sari. Pokoknya disini aku diajarin banyak deh sama Tuhan. Dan dari pergi blimbing sari juga, aku tahu bahwa Nova dan Agus itu pacaran. Hahahahah. Habis, smsnya Nova, gak dibales2 sama Agus. Mungkin si Agus takut ketahuan kalau dia pacaran sama Nova. Hahahahaha. Aneh tapi nyata.
Minggu, 12 April 2009
Suara berisik terdengar dari luar kamar. Dan suara itu adalah suara ibunya temenku yang teriak-teriak mebangunkan kami berdua. Kita berdua langsung bangun dan cepat-cepat ke kamar mandi. Eiit..,, kita gak mandi berdua, tapi temenku duluan mandi, baru aku. Kita mandi kalau tidak salah sekitar jam 5, karena ke gereja jam 6 pagi gitu.
Sambil menunggu temenku mandi, aku persiapin baju yang akan aku pakai ke gereja. Suerr.. gak ada baju sama sekali, karena baju yang kubawa hanya sedikit. Sambil memilih baju, aku sempet terpikir masalah tadi malam. Hiihihiihhiih.. Ternyata, temenku itu pacaran sama Nova. Eh, karena sms’nya gak dibalas sama temenku, ternyata si Nova malah telpon aku, untuk menanyai kondisinya temenku. Dan sambil memanas-manaskan temenku. Hahahahha.. Kemudian, temenku sudah selesai mandi dan giliranku mandi. Habis mandi, aku langsung pakai bajuku yang hijau kota-kotak. Dan segera berangkat dengan kondisi yang amat buruk, kayak baru bangun gitu deh. Beda dengan temenku, bajunya rapi, bersih, harum (pakai pewangi sih, kalau aku gak bawa), dan siap gitu deh.
Sesampai di gereja Blimbing sari, aku, bapaknya temenku, ibunya temenku, kakaknya temenku, dan tetangga temenku, serta temenku, duduk di barisan yang sama. Di sebelah kiriku tidak ada siapa, alias celah. Sedangkan di sebelah kananku ada ibunya temenku. Aku dan temenku jaraknya agak jauh. Didepanku ada bule lho. Huh. Di gereja blimibing sari aku ngantuk berat lho. Malah bangun pagi, belum sarapan, ngantuk, dan yang satu lagi, gereja di blimbing sari itu menggunakan bahasa bali. Wuiiih.. kebayang gak tu. Gak ngerti euy..
Tapi, setelah selesai pendetanya khotbah, ada pertunjukkan gitu. Pertamanya orang nari, ada 6 orang gadis kecil. Kemudian permbacaan puisi. Dan orang vokal grup nyanyi. Kemudian baru aku dan jemaat yang tinggal di luar blimbing sari menunjukkan kebolehan. Yakni menyanyi. Kalau gak salah ada banyak orang. Pokoknya, hancur deh tu nyanyian. Aku hanya bisa nunduk saja.
Selesai khotbah, ada acara makan-makan gitu. Tapi makanannya pake tipat dan lauk-pauk bali gitu. Pake daun pisang lagi.
Setelah selesai, acara makan-makan. Aku sempet mampir ke toilet gereja sama temenku. Toiletnya lumayan terawat. Alias agak bersih. Kemudian, keluar dari toilet, kita lihat jemaat gereja pada bawa salib besar dan kain putih panjang. Kayak orang ngaben gitu. Dan kami berdua ikut membawa kain itu. Kita megang paling belakang dan akhir-akhirnya kita menuju ke tengah deh. Kainnya itu panjaaaaaaaaaaaaaaang banget, kayak orang ngaben gitu. Tapi ini beda, ini acara kebangkitan Tuhan Yesus. Setelah sampai di permpatan jalan, kita mampir ke rumah untuk naruh alkitab. Kemudian melanjutkan perjalan ke kuburan. Aku sempet ketemu guruku yang aku temui tadi malam, yakni Bu Laksmi, Bu Sukerthi, dan Bu Rai.
Setibanya di kuburan, seluruh warga jemaat gereja blimbing sari mendoakan para almarhum yang sudah tiada. Aku sempet sakit perut lho, terus aku ngajak temenku untuk pulang. Suerr.. sakit sekali perutku. Aku sama temenku pergi ke rumah dengan jalan santai. Karena gak tahan lagi, aku lari amat sangat kencang. Waktu nyampai di rumah dengan kondisi yang agak capek karena lari-lari. Rasa sakit perutku hilang.
Dengan menunggu temenku yang sedang jalan dan asyik sms-an sama si Nova. (Gila, jalannya lama amat, kayak siput). Aku menunggu dengan sabar. Dan setelah dia nyampek di rumah, kita berdua melamun gak jelas. Dan setelah itu, baru kakaknya agus datang bawa kunci rumah an kita pun masuk dan ganti baju. Setelah selesai ganti baju, aku baca novel. Baru sebentar baca novel, bapaknya agus datang dan mengatakan aku masih tidur.(enak saja, padahal cuman tidur-tiduran aja baca novelnya). Bapaknya agus datng sambil membawa temannya dan temannya itu membawa dua anaknya. Perempuan semua. Kakknya gendut, skitar kelas 1 SMA. Sedangkan adiknya kurus, sekitar kelas 3 SMP. Kita berdua di suruh kenalan. Dan selesai kenalan aku kembali ke kamar dan mengambil novel, lalu pergi ke tempat yang tenang untuk baca novel yakni di belakang rumah. Aku baca novel ”Chronicle of Ancient Darkness Wolf Brother” sampai tamat disana.
Setelah selesai baca, aku kembali lagi ke kamar dan menaruh novel itu. Lalu pergi menyendiri yakni di belakang di dapur. Melamun lagi euy. Dan menuju ke tempat kandang sapi. Bosan di tempat itu, aku kembali ke dalam rumah. Dan di suruh makan pagi sama orang tuanya agus. Makannya itu ramai-rami lho. Sekalian sama dua orang gadis itu. Huh. Aku duduk di sampingnya lagi.
Selesai makan, semua tamu disana pada pulang dan pergi, sebelumnya mereka check up gratis sama dokter Ayu untuk mengukur tekanan darah sistol dan diastol.
Nah, ini dia momen yang takkan terlupakan. Hhee. Kita minta ijin pergi ke rumah Bu Rai. Kemudian kita di kasi kesana. Cuman waktu kita kesana, bu rai kagak ada. Terpaksa aku ngajakin temenku pergi ke bendungan palasari buat bikiin kenang-kenangan. Waktu di perjalanan menuju kesana, motor yang kami naikkin mogok. Keluar asap gitu deh. Katanya temenku, gusinya yang rusak. Aduh. Kami berdua udah panik total. Terpaksa kita nyari bengkel, karena jarak rumah menuju ke bendungan palasari cukup jauh. Kalau kita pulang gak mungkin, karena kita cuman janji pergi ke rumah bu rai. Yang ada malah kita dimarahin. Sekitar jam 12 siang kita pergi nyari bengkel, terus tanya-tanya sama orang-orang disana. Sampai di kejar anjing lagi. Aku nyetopijn motor untuk nanya, eh., ada ibu-ibu yang di goneceng anaknya gak mau turun malah mereka pergi langsung aja gitu. Huh. Dasar Sombong. Akhirnya dikejauhan ada bengkel deket pura gitu huh. Lumayan jauh oi. Capek lagi, panes-panesan. Kami berdua berharap supaya tu bengkel gak tutup. Puji Tuhan, tu bengkel gak tutup. Yang agus katain bener, ternyata emang gusinya. Akhirnya gusinya diganti dan kami bayar dengan harga Rp. 13.000,- nunggu buat ganti gusi gak lama sih.
Selesai dari bengkel, kita gak lanjutin perjalanan ke bendungan tapi langsung aja ke rumah bu rai. Dan sesampainya di rumah bu rai, bu rai udah pulang dari gilimanuk. Dan, disana kita di kasih es buah dan jajan ringan. Setelah beberapa menit disana, temen sekelasku datang sama temen-temennya. Dewi Merryanti namanya.
Bosan di rumah bu rai, kita pamit untuk pergi ke rumah bu laksmi. Jaraknya dekat amat. Karena rumahnya di sebelah. Nyampe di rumah bu laksmi, ternyata bu laksmi gak ada. Kami berdua udah teriak-teriak disana. Terpaksa kita pulang aja. Nyampe di rumah, aku langsung ke kamar buat istirahat sama temenku. Aku istirahat cukup sedikit, tapi temenku lebih sedikit lagi.
Waktu aku bangun, aku lihat temenku udah bangun dan makan buah kelapa sama ibunya. Aku juga di kasi sama ibunya, dan kumakan. Lalu aku nyuruh temenku untuk bilang sama bapak dan ibunya untuk pulang ke denpasar. Dan, kita disuruh siap-siap. Setelah siap-siap, kita ngumpul dan berdoa. Aku nyalamin tangannya kak ayu buat pamitan. Sebelum berangkat kita berdoa.
Selesai berdoa, kami berdua berangkat ke tempat pemberhentian bus, namanya bukan terminal. Kita nunggu sekitar 30 menit. Dan langsung ada bis, nama bisnya kalo gak salah LYSSA.
Naik ke bis, kami berdua duduk di paling belakang deket pintu bis. Selang 20 menit perjalanan, tiba di terminal Negara ada kakek-kakek naik. Kakek-kakek tu kayaknya kakek2 yg genit gitu. Pokoknya bis itu udah penuh gitu. Lanjut perjalanan, bis turun, karena ada ibu-ibu ketuaan naik. Kasihan bener tu ibu tua, gak dapet duduk, dia terpaksa berdiri di depan kakek2 genit itu. Eh, ternyata dugaan yg aku tebak bener. Tu kakek2 emang genit abis. Masak pantat ibu2 itu dipegang-dipegang. Senyum2 lagi sendiri. DASAR KAKEK2 WARAS!.
Ibu-ibu tua itu baik lho, tapi cerewet banget. Bawaanya ngomong terus. Aku sampai bosan dengerin dia ngomong, tapi gak bosan, aneh gitu dah. Pakai acara ketawa-ketawa lagi sama temenku. Ibu ketuaan itu cerita ke kami berdua, katanya dia punya anak yg sudah sukses.
3,5 jam di bus, akhirnya kita nyampe juga di terminal Badung. Kita nyetopin bemo disana. Dan akhirnya sampai juga deh di sanglah. Hhee..
Sekian dan thanks, ini hari ketiga petualangan ku lho di desa blimbing sari. Pokoknya disini aku diajarin banyak deh sama Tuhan. Dan dari pergi blimbing sari juga, aku tahu bahwa Nova dan Agus itu pacaran. Hahahahah. Habis, smsnya Nova, gak dibales2 sama Agus. Mungkin si Agus takut ketahuan kalau dia pacaran sama Nova. Hahahahaha. Aneh tapi nyata.
HARI KE 2
PERGI KE BELIMBING SARI
HARI KE 2
Sabtu, 11 April 2009
Aku duluan bangun daripada Agus, aq langsung berdoa dan membaca novel. Sempet juga miscal-miscal temen. Hhe. Belum ada 1 halaman baca novel, eh, udah dibangunin sama ibunya agus. Wuiiiih.. baru kemarin kerja keras, tenaga belum full penuh euy..,, tega bener sih.. hhee.
Setelah itu, kita berdua langsung cuci muka n sikat gigi.. abis itu ambil sandal.. dan pergi jalan santai di pagi hari berlima. Wow., tumben euy jalan pagi.. biasanya aq gak pernah. Setelah beberapa perjalan, ibunya agus dan kakaknya agus balik ke rumah. Gak tau deh ngapain mereka berdua balik, mungkin mereka berdua capek. Sekarang kita cuman bertiga deh, aq, agus dan bapaknya. Bapaknya agus nyuruh kita berdua lari. Aq sama si agus lari dengan sangat kencang. Hhee.. tapi tetep aja aq yg kalah karena aq gak biasa lari.
Setelah selesai jalan santai. Aku kerok-kerok lagi dan nyapu tehel di dapur yang baru setengah jadi. Baru sebentar nyapu, aku dan agus langsung di panggil untuk sarapan pagi, kalau gak salah makan tipat deh. Hehe. Aq sengaja lho makan lama-lama supaya bisa sedikit istirahat. Kemudian setelah selesai makan, kerja lagi deh. Selesai nyapu dan kerok-kerok tehel, aq bikin bahan-bahan untuk penjor untuk hari raya paskah. Oh iya, aq belum kasi tau ya.. ternyata, di blimbing sari itu pake penjor, kan penduduk sana ada adat hindhunya gitu. Katanya si Agus atmaja, arti penjor di blimbing sari, melambangkan kemenangan atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
Wuiiiiiiiihh,, sampai jam 11 bikin penjor. Setelah bikin penjor, aq langsung mandi. Setelah aku selesai mandi, aku nanya gini sama si Agus Atmaja Negara,”Gus, qe gak mandi??”
“Gak di kasi sama ibuku” katanya.
“Kok gitu??” balas ku.
“Biar sekalian” jawabnya.
Setelah selesai mandi, aku dan agus makan siang. Setelah makan siang, aq langsung tidur siang. Si agus, gak tidur.. dia bantu ibunya bikin sate babi. Ah, peduli amat, aq udah capek dari kemarin, mending aq tidur aja.
Aku tidur cukup lama lho, dari jam 12 siang sampai jam 4 sore. Waktu aq bangun, aq lihat temenku tidur. Nyenyak banget tu temenku tidurku. Waktu bapaknya mau bangunin dia untuk ngangkat bunga ke dalam mobil, aq bilang gini, “biar saya aja Om, yg bantu angkat bunga ”. Bunganya itu banyak lho, berat lagi. Kasihan mah aq lihat temenku, dari kemarin aq lihat dia capek terus.
Selesai ngangkat bunga, kakaknya agus, bangunin agus. Kita bakal pergi ke kuburan, buat bersih-bersih. Katanya agus, ini sudah rutinitas tiap tahun menjelang hari raya paskah. Aku ke kuburan, sama Agus, Kakaknya dan Bapaknya.
Sesampai di kuburan, kita bersih-bersih disitu, kami membersihkan pemakaman kakek dan neneknya temenku.
Huh, capek, tapi menakutkan. Setelah selesai membersihkan pemakaman, kita pulang. Dan kita langsung disuruh mandi. Selesai mandi, agus bilang, kita gak jadi ikut kebaktian pemuda, karena pemudanya pada sibuk. Akhirnya kita ke gereja buat acara latihan paduan suara untuk besok. Pergi ke gereja, si Nova telpon aku. Pokonya, di gereja tu aku berisik banget dah si Nova nelpon terus. Tau gak isi telponnya apa? “Ka, aku ditembak cowok lho, terima gak ya?”
Abis itu,
“Ka, ada Agus gak disampingmu? Males kali aku sama tu orang”.
“Ka, cowok yang nembak aku nelpon aku terus”.
“Ka, Agus gimana? Masih dia disampingmu? Bilang sama dia kalo aku males sama dia.”
Dan seteruuuuuuuussssnya.
Aku heran, kenapa si Nova nanyain si Agus terus. Kemudian, persiapan paduan suara sudah mulai, aku langsung matiin telponnya Nova. Selesai latihan paduan suara si Nova nelpon lagi. Dia masih menanyakan pertanyaan yang sama. Aku sampai bosan. Latihan paduan suara, isinya bapak-bapak dan ibu-ibu aja lho. Itupun cuman sedikit.
Pulang dari gereja, kami berempat langsung pergi ke rumah saudara bapaknya Agus. Disana aku masih telpon-telponan sama si Nova. Tiba dirumah saudara bapaknya Agus, didepan rumahnya, aku ketemu Bu Laksmi dan Bu Sukerthi.
“Lho, kok Oka bisa disini” kata Bu Sukerthi.
“Ooh, ini, ada soulmatenya disini” jawab Bu Laksmi.
Aku hanya diam dan tersenyum mendengar perkataan itu. Begitu pula agus, yang senyumnya hanyut terbawa kecemasan. Setelah itu, kami berempat(aku, agus, bapak dan ibunya) langsung masuk kedalam. Disana aku cuman dengerin mereka ngomong. Dan setelah itu langsung pulang. Di rumah langsung kami makan. Dan abis makan langsung tidur. Eh, waktu alu mau ke kamr mandi, lampu kamar mandinya mati. Yaelah.. oh tuhan tolonglah aku. Aku takut gelap neh. Pikirku dalam hati. Akhirnya, ibunya agus bawain aku lilin.
Waktu aku selesai berdoa dan mau nelpon sama gebetanku, adiknya Nova sms. Smsnya tu kayak gini.
“INI OKA YA? TEMENYA AGUS. INI ADIK SEPUPUNYA NOVA. SEBENARNYA, NOVA SAMA AGUS ITU PACARAN, CUMAN AKHIR-AKHIR INI, AGUS UDAH GAK PERNAH PEDULIIN NOVA LAGI. KAMU BISA KAN JANGAN KASIH TAU SIAPA-SIAPA DAN MEMBANTU HUBUNGAN MEREKA”.
“SUMPAH, AND KAGET, TERNYATA MEREKA BERDUA PACARAN” WUIIIIH.., DALAM HATI AKU LANGUNG ADA RASA BENCI KARENA SEBAGAI SEORANG TEMAN, DIA GAK PERNAH CERITA”.
Waktu Nova telpon aku lagi, dan disampingku ada Agus, si Nova tanya kayak gini. “Ka, coba tanyain sama Agus, dia pacaran gak sama Aku”. Waktu aku tanya, si agus bilang nggak, dan Nova langsung marah. Dan untuk kedua kali aku tanya, baru si Agus ngaku. Dan selesai telpon2an, aku bilang kayak gini ke agus. “Gus, qe jadian sama Nova ya? Kok qe gak bilang2?”
Si agus malah diam aja.
Pokoknya, selama malam tu, aku gak ngomong2 sama Agus. Disamping rasa benci, aku juga kesel sama Agus. Huh! Temen apa sih dia itu. Pacaran kok sembunyi-sembunyi. Biasain aja kali.!!!!
Dan kemudian setelah itu, aku tidur.
HARI KE 2
Sabtu, 11 April 2009
Aku duluan bangun daripada Agus, aq langsung berdoa dan membaca novel. Sempet juga miscal-miscal temen. Hhe. Belum ada 1 halaman baca novel, eh, udah dibangunin sama ibunya agus. Wuiiiih.. baru kemarin kerja keras, tenaga belum full penuh euy..,, tega bener sih.. hhee.
Setelah itu, kita berdua langsung cuci muka n sikat gigi.. abis itu ambil sandal.. dan pergi jalan santai di pagi hari berlima. Wow., tumben euy jalan pagi.. biasanya aq gak pernah. Setelah beberapa perjalan, ibunya agus dan kakaknya agus balik ke rumah. Gak tau deh ngapain mereka berdua balik, mungkin mereka berdua capek. Sekarang kita cuman bertiga deh, aq, agus dan bapaknya. Bapaknya agus nyuruh kita berdua lari. Aq sama si agus lari dengan sangat kencang. Hhee.. tapi tetep aja aq yg kalah karena aq gak biasa lari.
Setelah selesai jalan santai. Aku kerok-kerok lagi dan nyapu tehel di dapur yang baru setengah jadi. Baru sebentar nyapu, aku dan agus langsung di panggil untuk sarapan pagi, kalau gak salah makan tipat deh. Hehe. Aq sengaja lho makan lama-lama supaya bisa sedikit istirahat. Kemudian setelah selesai makan, kerja lagi deh. Selesai nyapu dan kerok-kerok tehel, aq bikin bahan-bahan untuk penjor untuk hari raya paskah. Oh iya, aq belum kasi tau ya.. ternyata, di blimbing sari itu pake penjor, kan penduduk sana ada adat hindhunya gitu. Katanya si Agus atmaja, arti penjor di blimbing sari, melambangkan kemenangan atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
Wuiiiiiiiihh,, sampai jam 11 bikin penjor. Setelah bikin penjor, aq langsung mandi. Setelah aku selesai mandi, aku nanya gini sama si Agus Atmaja Negara,”Gus, qe gak mandi??”
“Gak di kasi sama ibuku” katanya.
“Kok gitu??” balas ku.
“Biar sekalian” jawabnya.
Setelah selesai mandi, aku dan agus makan siang. Setelah makan siang, aq langsung tidur siang. Si agus, gak tidur.. dia bantu ibunya bikin sate babi. Ah, peduli amat, aq udah capek dari kemarin, mending aq tidur aja.
Aku tidur cukup lama lho, dari jam 12 siang sampai jam 4 sore. Waktu aq bangun, aq lihat temenku tidur. Nyenyak banget tu temenku tidurku. Waktu bapaknya mau bangunin dia untuk ngangkat bunga ke dalam mobil, aq bilang gini, “biar saya aja Om, yg bantu angkat bunga ”. Bunganya itu banyak lho, berat lagi. Kasihan mah aq lihat temenku, dari kemarin aq lihat dia capek terus.
Selesai ngangkat bunga, kakaknya agus, bangunin agus. Kita bakal pergi ke kuburan, buat bersih-bersih. Katanya agus, ini sudah rutinitas tiap tahun menjelang hari raya paskah. Aku ke kuburan, sama Agus, Kakaknya dan Bapaknya.
Sesampai di kuburan, kita bersih-bersih disitu, kami membersihkan pemakaman kakek dan neneknya temenku.
Huh, capek, tapi menakutkan. Setelah selesai membersihkan pemakaman, kita pulang. Dan kita langsung disuruh mandi. Selesai mandi, agus bilang, kita gak jadi ikut kebaktian pemuda, karena pemudanya pada sibuk. Akhirnya kita ke gereja buat acara latihan paduan suara untuk besok. Pergi ke gereja, si Nova telpon aku. Pokonya, di gereja tu aku berisik banget dah si Nova nelpon terus. Tau gak isi telponnya apa? “Ka, aku ditembak cowok lho, terima gak ya?”
Abis itu,
“Ka, ada Agus gak disampingmu? Males kali aku sama tu orang”.
“Ka, cowok yang nembak aku nelpon aku terus”.
“Ka, Agus gimana? Masih dia disampingmu? Bilang sama dia kalo aku males sama dia.”
Dan seteruuuuuuuussssnya.
Aku heran, kenapa si Nova nanyain si Agus terus. Kemudian, persiapan paduan suara sudah mulai, aku langsung matiin telponnya Nova. Selesai latihan paduan suara si Nova nelpon lagi. Dia masih menanyakan pertanyaan yang sama. Aku sampai bosan. Latihan paduan suara, isinya bapak-bapak dan ibu-ibu aja lho. Itupun cuman sedikit.
Pulang dari gereja, kami berempat langsung pergi ke rumah saudara bapaknya Agus. Disana aku masih telpon-telponan sama si Nova. Tiba dirumah saudara bapaknya Agus, didepan rumahnya, aku ketemu Bu Laksmi dan Bu Sukerthi.
“Lho, kok Oka bisa disini” kata Bu Sukerthi.
“Ooh, ini, ada soulmatenya disini” jawab Bu Laksmi.
Aku hanya diam dan tersenyum mendengar perkataan itu. Begitu pula agus, yang senyumnya hanyut terbawa kecemasan. Setelah itu, kami berempat(aku, agus, bapak dan ibunya) langsung masuk kedalam. Disana aku cuman dengerin mereka ngomong. Dan setelah itu langsung pulang. Di rumah langsung kami makan. Dan abis makan langsung tidur. Eh, waktu alu mau ke kamr mandi, lampu kamar mandinya mati. Yaelah.. oh tuhan tolonglah aku. Aku takut gelap neh. Pikirku dalam hati. Akhirnya, ibunya agus bawain aku lilin.
Waktu aku selesai berdoa dan mau nelpon sama gebetanku, adiknya Nova sms. Smsnya tu kayak gini.
“INI OKA YA? TEMENYA AGUS. INI ADIK SEPUPUNYA NOVA. SEBENARNYA, NOVA SAMA AGUS ITU PACARAN, CUMAN AKHIR-AKHIR INI, AGUS UDAH GAK PERNAH PEDULIIN NOVA LAGI. KAMU BISA KAN JANGAN KASIH TAU SIAPA-SIAPA DAN MEMBANTU HUBUNGAN MEREKA”.
“SUMPAH, AND KAGET, TERNYATA MEREKA BERDUA PACARAN” WUIIIIH.., DALAM HATI AKU LANGUNG ADA RASA BENCI KARENA SEBAGAI SEORANG TEMAN, DIA GAK PERNAH CERITA”.
Waktu Nova telpon aku lagi, dan disampingku ada Agus, si Nova tanya kayak gini. “Ka, coba tanyain sama Agus, dia pacaran gak sama Aku”. Waktu aku tanya, si agus bilang nggak, dan Nova langsung marah. Dan untuk kedua kali aku tanya, baru si Agus ngaku. Dan selesai telpon2an, aku bilang kayak gini ke agus. “Gus, qe jadian sama Nova ya? Kok qe gak bilang2?”
Si agus malah diam aja.
Pokoknya, selama malam tu, aku gak ngomong2 sama Agus. Disamping rasa benci, aku juga kesel sama Agus. Huh! Temen apa sih dia itu. Pacaran kok sembunyi-sembunyi. Biasain aja kali.!!!!
Dan kemudian setelah itu, aku tidur.
Sunday, April 26, 2009
Pergi ke Kampung Blimbing Sari,
Pergi ke Kampung Blimbing Sari,
Jumat 10 April 2009
Jam 12.00 WITA berangkat dari rumah ke Blimbing Sari, dimana blimbing sari adalah kampung temanku. Di Blimbing sari, aku bakal menghabiskan liburan paskah disana dikampung temanku yg bernama Agus Atmaja Negara,, wekekek..
Waktu mau berangkat, temenku nyari aq ke rumahku, rumahku itu masuk gang, yah,, lumayanlah.. gang’nya cukup panjang.. belum nyampe ke rumahku aku ketemu sama si Agus di gang rumahku.. karena sebelumnnya dia sempet nelpon aku untuk tunggu di depan gangku.. mungkin karena kelamaan ya dia jadi masuk gang.. weqeqeqe..
Setelah sampai di depan gang, Eh,ada mobil kijang, dan di dalam mobil tersebut, gak taunya ada Bapaknya, Ibunya, dan Kakaknya Agus yang bernama dr. Ayu.(Wah,, ternyata ini toh kakaknya Agus yang di banggain sama dia) dan seekor anjing yang bernama Puki, Puki akan di taruh di kampungnya Agus. Aku duduk ditengah, disebelah kiri’ku ada Agus, dan disebelah kananku ada dr.Ayu.. Selama diperjalanan kakaknya Agus dan Ibunya Agus ngomong terus,, wuiih.. sampai capek kuping saya dengerin mereka ngomong..
Waktu menuju ke Blimbing Sari, Aku cuman diam, kalem,, kayak orang baru keluar dari RS Jiwa,, gak keluarin kata sedikitpun, sempet sih ngomong sama temenku, tapi cuman bisik-bisik. Selain itu, Aku juga smsan sama Nova Tarashita, temen sekelasku yang duduk di depan Agu dan Aku juga smsan sama Elvira, temen chatting’ku yang kukenal di Yahoo Answers, sebuah website tanya jawab.. ahahah.. perjalanan menuju Blimbing sari sekitar 3 jam-an.. Gila bener..!! Ajib dah.. pantatku udah pegel-pegel duduk diam.. huh,, Ketika, semua pada tertidur di mobil, Aku nanya gini sama Ibunya Agus,
“Tante, kira-kira kita sudah sampai dimana ya??”
“Gak tau, mungkin masih didaerah Tabanan” jawabnya.
Tiba-tiba saja, kakaknya Agus bangun dan ngomong,
“Kayaknya sudah di daerah jauh, bilang aja didaerah jauh, bu”
“Ooo” jawab saya.
Di mobil, saya sempet memejamkan mata, tapi gak tidur. Karena aku mau tahu jalan kesana, cos, kalo aq berantem atau berkelahi sama orang-orang disana aku bisa kabur deh,, hhee.
Kemudian, sampai lah kita di Negara, kita sempet mampir disebuah warung buat beli nasi bungkus. Di warung tersebut, saya sempet numpang kencing sama si Agus. Iiih.. Gila,, kamar mandinya bau banget, gelap lagi, kayak kamar mandi yang gak terurus gitu.
Setelah beli nasi, kita melanjutkan perjalanan lagi. Dan dari kejauhan sudah kelihatan desa blimbing sari, setelah masuk ke desa, aku lihat kanan kiri,, gila man.. ni desa hijau bener.. belum tersentuh dengan jaman kota sekarang.. Pokoknya kanan kiri itu pohon semua, halaman rumah warga disana, isinya pohon saja. Rindang dan asri.. disana sempet hujan lho, tapi cuman sedikit.
Ooooh, iya. Aku belum menjelaskan ya, tentang desa blimbing sari. Oke..oke.. Aku akan ceritakan, Desa Blimbing sari, adalah desa yang terdapat di kabupaten Jembrana, di kota Negara, Bali barat. Desa blimbing sari adalah desa dimana penduduk sana adalah orang Bali semua, tapi yang bikin anehnya adalah disana orang Bali yang beragama kristen. Pokoknya, adat Balinya masih kental banget, dan dicampur agama kristen. Selama di desa sana saya tidak melihat ada Pura, tempat bersembahyangan agama Hindu. Yailah, namanya juga komunitas agama kristen.
Aku sudah sampai di desa Blimgbing sari, wuiiih,,, gila bener,, capek sekali, waktu sampai disana, kita bukannya istirahat dulu tapi angkat barang-barang bawaan, ada baju, tas, dan bunga.
“Gus, ini bunga buat apaan ya” tanyaku kepada Agus.
“Oh, ini bunga buat gereja, jadi setiap kepala rumah tangga wajib nyumbang bunga untuk perayaan paskah dua hari lagi”
“O begitu” jawabku
Setelah sampai angkat-angkat barang, kita makan nasi. Wuiih, ini baru sedap, santai man..!! Setelah makan, Aku sama Agus bukannya tidur, baring-baring atau begitulah yang sifatnya santai-santai. Melainkan, kita berdua jalan-jalan ke Air terjun dan ke Bendungan Palasari.
Kita berdua naik motor, motornya tuh, yah lumayan baguslah, katanya Agus itu motor beli 2 jutaan, percaya gak?? Aku aja gak percaya, apalagi buat kamu-kamu sekalian,, haaha
Jalan menuju ke Air terjun cukup jauh, padahal cuman lurus saja.. aku lihat ke kanan-kiri, isinya pohon dan semak-semak, ini semak, bahaya banget buat orang yang pacaran disini, Karena katanya Agus, kalau kita malam-malam ke sini, kita bakal melihat orang pacaran ML,, iih,, serem banget kan. Disiang bolong kayak gini saja, kita sudah melihat orang pacaran banyak, apalagi malam-malam.
Setelah sampai, si Agus ketemu sama temen SMA’nya dulu, karena waktu SD sampai SMA kelas 1, dia di sekolah di blimbing sari, namun setelah kenaikan kelas 1 SMA, dia pindah ke kota Denpasar. Temennya si Agus itu, kalau gak salah lagi nyuci sepeda motor di sungai deket air terjun. Kemudian, kita berdua naik ke tebing air terjun. Yah,, lumayan capek’lah.. Katanya si Agus, dulu ada rantai dan sekarang rantainya hilang karena dicuri pemulung.. huh. Sialan tu pemulung. Air terjun’nya kotor, warna coklat gitu..
Habis dari Air Terjun, kita pergi ke palasari, dimana di palasari ada bendungan, bendungan itu, namanya Bendungan Palasari. Perjalanannya jauh di desa sebelah. Kemudian, nyampek deh kita di bendungan. Ternyata, bendungan tersebut diresmikan oleh Pak Soeharto. Kita pergi ke bawah bendungan tentunya naik motor dong. Di bawah sepi, yang aku lihat cuman seorang kakek – kakek yang sedang nyari ikan. Kita berdua, teriak-teriak gak jelas disana. Hahahaha....
Setelah itu, kita balik ke rumah.
Dirumah, Kita bukannya istirahat, habis dari perjalanan 3 jam dan manjat tebing di Air terjun, tapi kita malah bersih-bersih. Bersih-bersihnya, gak seperti yang kamu bayangkan. Kita bersih-bersihnya di dapur, dapur tersebut baru dibangun, tetapi belum jadi, masih setengahnya gitu. Kita kerok-kerok tehel, alias meratakan bidang tehel tersebut. Wkakakakak.. Sumpah..!! capek bener. Kejam bener tu Pak Bagia. Badan udah pegal-pegal, kayak gak terasa badan. Hahahahah.. Kemudian, si Agus disuruh Bapaknya untuk mandiin anjing, si Puki. Ahahha..
Setelah selesai, kta berdua mandi. Eit, jangan salah sangka dulu, kita bukan mandi berdua tapi sendiri-sendiri.. si Agus duluan mandi, baru aku. Hahah,, tu anak mandinya lama bener, setelah dia selesai mandi, baru aku mandi. Wah,, kamar mandinya bersih, kirain kamar mandi kayak di desa-desa jawa.. terus, kamar mandinya ada shower lagi, wakkakaka.. kebayang gak tu??
Setelah selesai mandi, kita gak tidur, tapi MEMBANTU LAGI!!! Ajibb..!! gila bener, kita disuruh bantu masak. Tau gak masak apa?? Masak Daging Babi. Hahahah.. Kita juga dibantu, sama kakeknya Agus, kakeknya Agus itu, tua tapi kuat.. tenaganya kayak apa gitu.. Hahahahha..
Selesai masak, kita langsung makan, hanya bertiga makannya, yakni sama kakaknya Agus, dr.Ayu.
Habis makan, tidur deh.. Tapi, kasian si Agus, dia disuruh pijitin bapaknya, sedangkan aku, asyik smsan sama Nova, Puput, Savitri, Juanda dan Reva. Aduh, si Nova itu, nanyain si Agus aja. Aku jadi curiga.hahahaha. dikit-dikit, nanyain si Agus.
Di sms, “Ka, Agus ada disampingmu Gak?”
Terus, aku jawab, “Agus lagi pijitin bapaknya”
Oiya, aku juga sempet kirimin sekilas Info ke temen-temen, yah seperti biasalah ke Nova, Puput, Savitri, Okta, Eni,dan Juanda, sebenarnya aku juga mau kirim ke Agus, tapi dia ada disampingku, ahahha,,
Setelah smsan, dan si Agus udah selesai mijitin bapaknya, kita berdua tidur.. wah,, ini saat yang ditunggu-tunggu.. tapi, diluar masih ribut, karena dr.Ayu masih nonton sinetron,, yaudah,, gak peduli..!! Intinya kita tidur aja dolo..
GOOD NOTE, EH SALAH.., GOOD NITE
.
Jumat 10 April 2009
Jam 12.00 WITA berangkat dari rumah ke Blimbing Sari, dimana blimbing sari adalah kampung temanku. Di Blimbing sari, aku bakal menghabiskan liburan paskah disana dikampung temanku yg bernama Agus Atmaja Negara,, wekekek..
Waktu mau berangkat, temenku nyari aq ke rumahku, rumahku itu masuk gang, yah,, lumayanlah.. gang’nya cukup panjang.. belum nyampe ke rumahku aku ketemu sama si Agus di gang rumahku.. karena sebelumnnya dia sempet nelpon aku untuk tunggu di depan gangku.. mungkin karena kelamaan ya dia jadi masuk gang.. weqeqeqe..
Setelah sampai di depan gang, Eh,ada mobil kijang, dan di dalam mobil tersebut, gak taunya ada Bapaknya, Ibunya, dan Kakaknya Agus yang bernama dr. Ayu.(Wah,, ternyata ini toh kakaknya Agus yang di banggain sama dia) dan seekor anjing yang bernama Puki, Puki akan di taruh di kampungnya Agus. Aku duduk ditengah, disebelah kiri’ku ada Agus, dan disebelah kananku ada dr.Ayu.. Selama diperjalanan kakaknya Agus dan Ibunya Agus ngomong terus,, wuiih.. sampai capek kuping saya dengerin mereka ngomong..
Waktu menuju ke Blimbing Sari, Aku cuman diam, kalem,, kayak orang baru keluar dari RS Jiwa,, gak keluarin kata sedikitpun, sempet sih ngomong sama temenku, tapi cuman bisik-bisik. Selain itu, Aku juga smsan sama Nova Tarashita, temen sekelasku yang duduk di depan Agu dan Aku juga smsan sama Elvira, temen chatting’ku yang kukenal di Yahoo Answers, sebuah website tanya jawab.. ahahah.. perjalanan menuju Blimbing sari sekitar 3 jam-an.. Gila bener..!! Ajib dah.. pantatku udah pegel-pegel duduk diam.. huh,, Ketika, semua pada tertidur di mobil, Aku nanya gini sama Ibunya Agus,
“Tante, kira-kira kita sudah sampai dimana ya??”
“Gak tau, mungkin masih didaerah Tabanan” jawabnya.
Tiba-tiba saja, kakaknya Agus bangun dan ngomong,
“Kayaknya sudah di daerah jauh, bilang aja didaerah jauh, bu”
“Ooo” jawab saya.
Di mobil, saya sempet memejamkan mata, tapi gak tidur. Karena aku mau tahu jalan kesana, cos, kalo aq berantem atau berkelahi sama orang-orang disana aku bisa kabur deh,, hhee.
Kemudian, sampai lah kita di Negara, kita sempet mampir disebuah warung buat beli nasi bungkus. Di warung tersebut, saya sempet numpang kencing sama si Agus. Iiih.. Gila,, kamar mandinya bau banget, gelap lagi, kayak kamar mandi yang gak terurus gitu.
Setelah beli nasi, kita melanjutkan perjalanan lagi. Dan dari kejauhan sudah kelihatan desa blimbing sari, setelah masuk ke desa, aku lihat kanan kiri,, gila man.. ni desa hijau bener.. belum tersentuh dengan jaman kota sekarang.. Pokoknya kanan kiri itu pohon semua, halaman rumah warga disana, isinya pohon saja. Rindang dan asri.. disana sempet hujan lho, tapi cuman sedikit.
Ooooh, iya. Aku belum menjelaskan ya, tentang desa blimbing sari. Oke..oke.. Aku akan ceritakan, Desa Blimbing sari, adalah desa yang terdapat di kabupaten Jembrana, di kota Negara, Bali barat. Desa blimbing sari adalah desa dimana penduduk sana adalah orang Bali semua, tapi yang bikin anehnya adalah disana orang Bali yang beragama kristen. Pokoknya, adat Balinya masih kental banget, dan dicampur agama kristen. Selama di desa sana saya tidak melihat ada Pura, tempat bersembahyangan agama Hindu. Yailah, namanya juga komunitas agama kristen.
Aku sudah sampai di desa Blimgbing sari, wuiiih,,, gila bener,, capek sekali, waktu sampai disana, kita bukannya istirahat dulu tapi angkat barang-barang bawaan, ada baju, tas, dan bunga.
“Gus, ini bunga buat apaan ya” tanyaku kepada Agus.
“Oh, ini bunga buat gereja, jadi setiap kepala rumah tangga wajib nyumbang bunga untuk perayaan paskah dua hari lagi”
“O begitu” jawabku
Setelah sampai angkat-angkat barang, kita makan nasi. Wuiih, ini baru sedap, santai man..!! Setelah makan, Aku sama Agus bukannya tidur, baring-baring atau begitulah yang sifatnya santai-santai. Melainkan, kita berdua jalan-jalan ke Air terjun dan ke Bendungan Palasari.
Kita berdua naik motor, motornya tuh, yah lumayan baguslah, katanya Agus itu motor beli 2 jutaan, percaya gak?? Aku aja gak percaya, apalagi buat kamu-kamu sekalian,, haaha
Jalan menuju ke Air terjun cukup jauh, padahal cuman lurus saja.. aku lihat ke kanan-kiri, isinya pohon dan semak-semak, ini semak, bahaya banget buat orang yang pacaran disini, Karena katanya Agus, kalau kita malam-malam ke sini, kita bakal melihat orang pacaran ML,, iih,, serem banget kan. Disiang bolong kayak gini saja, kita sudah melihat orang pacaran banyak, apalagi malam-malam.
Setelah sampai, si Agus ketemu sama temen SMA’nya dulu, karena waktu SD sampai SMA kelas 1, dia di sekolah di blimbing sari, namun setelah kenaikan kelas 1 SMA, dia pindah ke kota Denpasar. Temennya si Agus itu, kalau gak salah lagi nyuci sepeda motor di sungai deket air terjun. Kemudian, kita berdua naik ke tebing air terjun. Yah,, lumayan capek’lah.. Katanya si Agus, dulu ada rantai dan sekarang rantainya hilang karena dicuri pemulung.. huh. Sialan tu pemulung. Air terjun’nya kotor, warna coklat gitu..
Habis dari Air Terjun, kita pergi ke palasari, dimana di palasari ada bendungan, bendungan itu, namanya Bendungan Palasari. Perjalanannya jauh di desa sebelah. Kemudian, nyampek deh kita di bendungan. Ternyata, bendungan tersebut diresmikan oleh Pak Soeharto. Kita pergi ke bawah bendungan tentunya naik motor dong. Di bawah sepi, yang aku lihat cuman seorang kakek – kakek yang sedang nyari ikan. Kita berdua, teriak-teriak gak jelas disana. Hahahaha....
Setelah itu, kita balik ke rumah.
Dirumah, Kita bukannya istirahat, habis dari perjalanan 3 jam dan manjat tebing di Air terjun, tapi kita malah bersih-bersih. Bersih-bersihnya, gak seperti yang kamu bayangkan. Kita bersih-bersihnya di dapur, dapur tersebut baru dibangun, tetapi belum jadi, masih setengahnya gitu. Kita kerok-kerok tehel, alias meratakan bidang tehel tersebut. Wkakakakak.. Sumpah..!! capek bener. Kejam bener tu Pak Bagia. Badan udah pegal-pegal, kayak gak terasa badan. Hahahahah.. Kemudian, si Agus disuruh Bapaknya untuk mandiin anjing, si Puki. Ahahha..
Setelah selesai, kta berdua mandi. Eit, jangan salah sangka dulu, kita bukan mandi berdua tapi sendiri-sendiri.. si Agus duluan mandi, baru aku. Hahah,, tu anak mandinya lama bener, setelah dia selesai mandi, baru aku mandi. Wah,, kamar mandinya bersih, kirain kamar mandi kayak di desa-desa jawa.. terus, kamar mandinya ada shower lagi, wakkakaka.. kebayang gak tu??
Setelah selesai mandi, kita gak tidur, tapi MEMBANTU LAGI!!! Ajibb..!! gila bener, kita disuruh bantu masak. Tau gak masak apa?? Masak Daging Babi. Hahahah.. Kita juga dibantu, sama kakeknya Agus, kakeknya Agus itu, tua tapi kuat.. tenaganya kayak apa gitu.. Hahahahha..
Selesai masak, kita langsung makan, hanya bertiga makannya, yakni sama kakaknya Agus, dr.Ayu.
Habis makan, tidur deh.. Tapi, kasian si Agus, dia disuruh pijitin bapaknya, sedangkan aku, asyik smsan sama Nova, Puput, Savitri, Juanda dan Reva. Aduh, si Nova itu, nanyain si Agus aja. Aku jadi curiga.hahahaha. dikit-dikit, nanyain si Agus.
Di sms, “Ka, Agus ada disampingmu Gak?”
Terus, aku jawab, “Agus lagi pijitin bapaknya”
Oiya, aku juga sempet kirimin sekilas Info ke temen-temen, yah seperti biasalah ke Nova, Puput, Savitri, Okta, Eni,dan Juanda, sebenarnya aku juga mau kirim ke Agus, tapi dia ada disampingku, ahahha,,
Setelah smsan, dan si Agus udah selesai mijitin bapaknya, kita berdua tidur.. wah,, ini saat yang ditunggu-tunggu.. tapi, diluar masih ribut, karena dr.Ayu masih nonton sinetron,, yaudah,, gak peduli..!! Intinya kita tidur aja dolo..
GOOD NOTE, EH SALAH.., GOOD NITE
.
Saturday, March 14, 2009
Thursday, March 05, 2009
TWILIGHT

Twilight is an action packed, modern day love story between a vampire and a human. Bella Swan has always been a little bit different and when her mother sends Bella to live with her father in the rainy little town of Forks, Washington, she doesn’t expect much of anything to change. Then she meets the mysterious and dazzlingly beautiful Edward Cullen, a boy unlike any she’s ever met. Soon, Bella and Edward are swept up in a passionate and decidedly unorthodox romance. Like all vampires, he’s immortal. But he doesn’t have fangs, and he doesn’t drink human blood. To Edward, Bella is that thing he has waited 90 years for: a soul mate. But the closer they get, the more Edward must struggle to resist the primal pull of her scent, which could send him into an uncontrollable frenzy. But what will Edward and Bella do when James, Laurent and Victoria, the Cullens’ mortal vampire enemies, come to town, looking for her? This is the first movie from the book series from author Stephanie Meyer.
The series are currently some of the most popular books written for young adults, with sales exceeding 50 million copies worldwide since the Twilight debut in 2004 and over 7.7 million copies sold in the U.S. alone. The fourth book in the series, Breaking Dawn, was released on August 2, 2008 and sold over 1.2 million units on the first day.
Wednesday, February 11, 2009
the Leader BOY here
the Leader BOY selalu disini, dan siap untuk membantu anda dalam masalah apa saja, kecuali dalam hubungan rumah tangga, atau suami istri. Hal tersebut disebabkan karena the Leader BOY masih seorang pelajar, dan belum layak untuk menjawab hal-hal yg berhubungan dengan hal tersebut.
Jika anda sudah mengetahui sifat the Leader BOY yang asli, maupun belum mengetahui sifat the Leader BOY, maka anda wajib untuk mengikuti peraturan yang ditetapkan the Leader BOY.
Peraturan tersebut adalah;
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradap
3. Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
hal tersbut harus ada didalam konsep anda masing-masing. Sekian dan terimaksih.
Jika anda sudah mengetahui sifat the Leader BOY yang asli, maupun belum mengetahui sifat the Leader BOY, maka anda wajib untuk mengikuti peraturan yang ditetapkan the Leader BOY.
Peraturan tersebut adalah;
1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradap
3. Persatuan Indonesia
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan
5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
hal tersbut harus ada didalam konsep anda masing-masing. Sekian dan terimaksih.
Subscribe to:
Posts (Atom)






