I LOVE BALI

Thursday, June 04, 2009

HARI KE 2

PERGI KE BELIMBING SARI

HARI KE 2
Sabtu, 11 April 2009

Aku duluan bangun daripada Agus, aq langsung berdoa dan membaca novel. Sempet juga miscal-miscal temen. Hhe. Belum ada 1 halaman baca novel, eh, udah dibangunin sama ibunya agus. Wuiiiih.. baru kemarin kerja keras, tenaga belum full penuh euy..,, tega bener sih.. hhee.

Setelah itu, kita berdua langsung cuci muka n sikat gigi.. abis itu ambil sandal.. dan pergi jalan santai di pagi hari berlima. Wow., tumben euy jalan pagi.. biasanya aq gak pernah. Setelah beberapa perjalan, ibunya agus dan kakaknya agus balik ke rumah. Gak tau deh ngapain mereka berdua balik, mungkin mereka berdua capek. Sekarang kita cuman bertiga deh, aq, agus dan bapaknya. Bapaknya agus nyuruh kita berdua lari. Aq sama si agus lari dengan sangat kencang. Hhee.. tapi tetep aja aq yg kalah karena aq gak biasa lari.

Setelah selesai jalan santai. Aku kerok-kerok lagi dan nyapu tehel di dapur yang baru setengah jadi. Baru sebentar nyapu, aku dan agus langsung di panggil untuk sarapan pagi, kalau gak salah makan tipat deh. Hehe. Aq sengaja lho makan lama-lama supaya bisa sedikit istirahat. Kemudian setelah selesai makan, kerja lagi deh. Selesai nyapu dan kerok-kerok tehel, aq bikin bahan-bahan untuk penjor untuk hari raya paskah. Oh iya, aq belum kasi tau ya.. ternyata, di blimbing sari itu pake penjor, kan penduduk sana ada adat hindhunya gitu. Katanya si Agus atmaja, arti penjor di blimbing sari, melambangkan kemenangan atas kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.

Wuiiiiiiiihh,, sampai jam 11 bikin penjor. Setelah bikin penjor, aq langsung mandi. Setelah aku selesai mandi, aku nanya gini sama si Agus Atmaja Negara,”Gus, qe gak mandi??”

“Gak di kasi sama ibuku” katanya.
“Kok gitu??” balas ku.
“Biar sekalian” jawabnya.

Setelah selesai mandi, aku dan agus makan siang. Setelah makan siang, aq langsung tidur siang. Si agus, gak tidur.. dia bantu ibunya bikin sate babi. Ah, peduli amat, aq udah capek dari kemarin, mending aq tidur aja.

Aku tidur cukup lama lho, dari jam 12 siang sampai jam 4 sore. Waktu aq bangun, aq lihat temenku tidur. Nyenyak banget tu temenku tidurku. Waktu bapaknya mau bangunin dia untuk ngangkat bunga ke dalam mobil, aq bilang gini, “biar saya aja Om, yg bantu angkat bunga ”. Bunganya itu banyak lho, berat lagi. Kasihan mah aq lihat temenku, dari kemarin aq lihat dia capek terus.

Selesai ngangkat bunga, kakaknya agus, bangunin agus. Kita bakal pergi ke kuburan, buat bersih-bersih. Katanya agus, ini sudah rutinitas tiap tahun menjelang hari raya paskah. Aku ke kuburan, sama Agus, Kakaknya dan Bapaknya.

Sesampai di kuburan, kita bersih-bersih disitu, kami membersihkan pemakaman kakek dan neneknya temenku.
Huh, capek, tapi menakutkan. Setelah selesai membersihkan pemakaman, kita pulang. Dan kita langsung disuruh mandi. Selesai mandi, agus bilang, kita gak jadi ikut kebaktian pemuda, karena pemudanya pada sibuk. Akhirnya kita ke gereja buat acara latihan paduan suara untuk besok. Pergi ke gereja, si Nova telpon aku. Pokonya, di gereja tu aku berisik banget dah si Nova nelpon terus. Tau gak isi telponnya apa? “Ka, aku ditembak cowok lho, terima gak ya?”
Abis itu,
“Ka, ada Agus gak disampingmu? Males kali aku sama tu orang”.
“Ka, cowok yang nembak aku nelpon aku terus”.
“Ka, Agus gimana? Masih dia disampingmu? Bilang sama dia kalo aku males sama dia.”

Dan seteruuuuuuuussssnya.

Aku heran, kenapa si Nova nanyain si Agus terus. Kemudian, persiapan paduan suara sudah mulai, aku langsung matiin telponnya Nova. Selesai latihan paduan suara si Nova nelpon lagi. Dia masih menanyakan pertanyaan yang sama. Aku sampai bosan. Latihan paduan suara, isinya bapak-bapak dan ibu-ibu aja lho. Itupun cuman sedikit.

Pulang dari gereja, kami berempat langsung pergi ke rumah saudara bapaknya Agus. Disana aku masih telpon-telponan sama si Nova. Tiba dirumah saudara bapaknya Agus, didepan rumahnya, aku ketemu Bu Laksmi dan Bu Sukerthi.
“Lho, kok Oka bisa disini” kata Bu Sukerthi.
“Ooh, ini, ada soulmatenya disini” jawab Bu Laksmi.

Aku hanya diam dan tersenyum mendengar perkataan itu. Begitu pula agus, yang senyumnya hanyut terbawa kecemasan. Setelah itu, kami berempat(aku, agus, bapak dan ibunya) langsung masuk kedalam. Disana aku cuman dengerin mereka ngomong. Dan setelah itu langsung pulang. Di rumah langsung kami makan. Dan abis makan langsung tidur. Eh, waktu alu mau ke kamr mandi, lampu kamar mandinya mati. Yaelah.. oh tuhan tolonglah aku. Aku takut gelap neh. Pikirku dalam hati. Akhirnya, ibunya agus bawain aku lilin.

Waktu aku selesai berdoa dan mau nelpon sama gebetanku, adiknya Nova sms. Smsnya tu kayak gini.
“INI OKA YA? TEMENYA AGUS. INI ADIK SEPUPUNYA NOVA. SEBENARNYA, NOVA SAMA AGUS ITU PACARAN, CUMAN AKHIR-AKHIR INI, AGUS UDAH GAK PERNAH PEDULIIN NOVA LAGI. KAMU BISA KAN JANGAN KASIH TAU SIAPA-SIAPA DAN MEMBANTU HUBUNGAN MEREKA”.

“SUMPAH, AND KAGET, TERNYATA MEREKA BERDUA PACARAN” WUIIIIH.., DALAM HATI AKU LANGUNG ADA RASA BENCI KARENA SEBAGAI SEORANG TEMAN, DIA GAK PERNAH CERITA”.

Waktu Nova telpon aku lagi, dan disampingku ada Agus, si Nova tanya kayak gini. “Ka, coba tanyain sama Agus, dia pacaran gak sama Aku”. Waktu aku tanya, si agus bilang nggak, dan Nova langsung marah. Dan untuk kedua kali aku tanya, baru si Agus ngaku. Dan selesai telpon2an, aku bilang kayak gini ke agus. “Gus, qe jadian sama Nova ya? Kok qe gak bilang2?”
Si agus malah diam aja.
Pokoknya, selama malam tu, aku gak ngomong2 sama Agus. Disamping rasa benci, aku juga kesel sama Agus. Huh! Temen apa sih dia itu. Pacaran kok sembunyi-sembunyi. Biasain aja kali.!!!!

Dan kemudian setelah itu, aku tidur.

No comments:

Post a Comment